KePulauaan Hebrides, kepulauan surga yang indah Banget...

Posted: Sabtu, 15 Mei 2010 by Bana in
0




Gan ini ada sedikit cerita tentang Kepulauan Hebrides yang indah tapi belum terlalu dikenal. Cendekia terkenal abad ke-18 dari London Samuel Johnson begitu datang ke tempat ini langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan setelah ane tau alasannya ane langsung setuju sama ini orang, berikut adalah alasannya cekidot gan….


Spoiler for 1.Grimersta, Lewis
Air segar bergemericik dari danau dataran tinggi dan mengalir ke bebatuan yang berundak.;Di pulau ini sangatlah mudah untuk lari dari suara manusia; kata Alice Starmore, penduduk asli Lewis.
:


Spoiler for 2.Boreray, St. Kilda
Armada burung laut memenuhi langit di tepi tebing tempat mereka bersarang. Sekitar 60.000 pasang;koloni terbesar di dunia;berkembang biak di sini dan di bebatuan pinggir laut. Penduduk St. Kilda biasanya dengan bertelanjang kaki memanjat tebing-tebing ini, berburu burung dan telurnya agar bisa bertahan hidup di lingkungannya yang terpencil ini.
:


Spoiler for 3.Hirta, St. Kilda
Dinding-dinding batu masih mengelilingi sebidang tanah. Dinding itu dulu melindungi tanaman oat dan barli dari angin bergaram dan ternak. Cleitean (gubuk batu) melindungi persediaan makanan, sama seperti gambut kering yang dijadikan penduduk pulau sebagai bahan bakar; beberapa ratus Cleitean masih dapat ditemukan, masih banyak yang atapnya tetap lengkap.
:



Spoiler for 4.Gua Fingal, Staffa
Tingkatan demi tingkatan pilar basal berbaris di gua laut besar yang diterangi lampu fotografer. Ketepatan alami barisan pilar dan gaung ombak telah menawan penjelajah sejak akhir abad ke-18.
:


Spoiler for 5.West Coast, Berneray
Cahaya langit malam musim semi bersinar di atas pasir pucat berhiaskan hancuran kerang dan semak pasir tebal yang terbentang sepanjang pantai Berneray Atlantik, membelok ke bukit Harris, menuju bayangan biru di horizon di kejauhan
:
.

Spoiler for 6.Mangersta, Lewis
Batu laut dan tebing di Hebrides Luar yang setua Eropa mengingatkan tentang kekuatan yang mulai memisahkan Eropa, Amerika Utara, dan Greenland dari Atlantik Utara 60 juta tahun yang lalu.
:


Spoiler for 7.Uig Bay, Lewis
Terlindung sejauh dua setengah kilometer dari pemecah ombak Atlantik, ombak pasang surut memantulkan langit musim panas. Satu abad lalu sekitar 3.400 orang tinggal di distrik Uig. Sebagai korban dari dua perang dunia, harapan para petani dan nelayan semakin susut, dan godaan kesempatan yang ditawarkan kehidupan di kota telah mengurangi populasi lokal menjadi hanya beberapa ratus.
:


Spoiler for 8.Red Cuillin, Skye
Perairan yang tenang dan kabut yang menggantung memberi kesan keliru
terhadap kekuatan yang memahat bukit-bukit granit ini. Terlahir sebagai akar dari gunung api; gunung api besar, selama lebih dari ribuan tahun bukit-bukit ini telah tergerus dalam oleh angin dan air serta dikelilingi oleh beratnya kikisan lapisan es.
:


Spoiler for 9.Boreray, St. Kilda
Kabut menyingkap sebuah pulau jauh di Atlantik. Manusia bertahan hidup selama satu milenium di St. Kilda, tetapi penduduk terakhir menyerah hampir 80 tahun yang lalu.
:


Spoiler for 10.Callanish, Lewis
Dari bebatuan berumur tiga miliar tahun, batu Callanish telah berdiri sebelum Piramida Agung selesai dibangun. Manusia telah mendiami tempat ini 5.000 tahun lalu, bertani, berburu, menjala ikan; dan membangun. Batuan sisi luar tingginya sekitar 3,5 meter, batu bagian tengah tingginya 4,5 meter. Lingkaran sebesar 13 meter ini adalah pusat ritual yang terlihat dari jarak beberapa kilometer.
:


Spoiler for 11.Semenanjung Trotternish Skye,
puncak-puncak basal terlihat memandang Selat Raasay. Puncak-puncak itu menjadi saksi bisu pengangkatan kerak Bumi secara geologis yang membentuk daratan ini.
:


sekilas tentang kepulauan Hebrides

Lebih dari 500 pulau besar dan kecil membentuk Hebrides Dalam dan Luar. Pulau-pulau yang kerap dibungkus kabut, hujan, dan nyaris selalu disapu angin tersebut dikelilingi arus laut yang ganas dengan lautan yang dapat berubah-ubah dalam satu hari, dari permukaan biru terang beriak lembut menjadi gelombang besar berbuih abu-abu yang deras menyerbu. Selama ribuan tahun manusia berjuang untuk hidup di tempat ini. Bangsa Kelt dan Viking, lalu Skotlandia dan Inggris, bertarung untuk memerintah kepulauan ini. Sekarang, hanya beberapa lusin pulau di Hebrides yang berpenghuni. “Kepulauan ini merupakan sebuah tantangan. Beberapa pengunjung menyebutnya tempat yang suram, tapi itu hanya menunjukkan mereka tidak benar-benar memerhatikan,” kata Robson.

Cendekia terkenal abad ke-18 dari London Samuel Johnson menyatakan, penduduk daratan utama Inggris hanya tahu secuil tentang Hebrides dibandingkan tentang Kalimantan atau Sumatra. Meski ada gerutuan dari Johnson, gagasan lain mengenai nilai dari tempat yang keras dan kokoh tersebut menjadi penting. Para pemikir Skotlandia Abad Pencerahan, khususnya filsuf David Hume dan ahli geologi James Hutton, bersikukuh bahwa cara untuk mempelajari dunia adalah dengan pengalaman langsung. Bagi mereka, alam bukanlah belantara yang harus dijinakkan, tetapi merupakan buku teks Bumi itu sendiri.

Beberapa halaman teks Bumi yang paling dramatis dapat dibaca di Hebrides. Pada tahun 1800 Robert Jameson, seorang ahli geologi (yang kemudian menjadi dosen Charles Darwin di University of Edinburgh) menerbitkan Mineralogy of the Scottish Isles dalam dua volume yang menjelaskan secara rinci ratusan tempat di Hebrides. Di Islay, Jameson menemukan tumpukan kulit kerang terletak jauh dari batas gelombang tertinggi: “Itu bukti tentang air laut yang surut,” tulisnya. Kini, para ilmuwan tahu bahwa fosil-fosil pantai itu (dengan ketinggian 35 meter di atas permukaan air) mencatat zaman es yang telah berlalu. Ketika selimut gletser mulai meleleh 15.000 tahun silam dan pulai itu terbebas dari lapisan tebal es, tanahnya mulai hidup kembali, dan pada akhirnya mengangkat garis pantai lebih tinggi dan kering.

Di Skye, Jameson mengumumkan bahwa “pulau ini tampaknya, pada beberapa periode lampau, mengalami konvulsi (gerakan tak terkendali) yang ganas.” Lengkungan tajam dari dataran Black Cuillin yang menjulang nyaris 1.000 meter di atas permukaan air laut misalnya, merupakan sisa sebuah gunung api. Struktur luarnya telah lama hilang, menyingkap bentuk paling tajam dan tidak teratur dari kawah magma dalam yang mendidih 60 juta tahun lalu.


sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3389869


ayo sharing artikel ini

Read more: http://unic77.blogspot.com/2010/02/kepulauaan-hebrides-kepulauan-surga.html#ixzz0o0cX7sHD

0 komentar: